Header Ads

Pengertian Sel



- Sel merupakan bagian terkecil yang membentuk tubuh kita. Sadarkah kalian bahwa tubuh kita yang besar ini terdiri atas jutaan sel-sel yang sangat kecil? Meskipun kecil, sel-sel tersebut memegang peranan penting dalam kelangsungan hidup kita serta makhluk hidup lainnya.
Sel tumbuhan dan hewan pun ada yang sama dan ada yang berbeda. Pada artikel ini, kita akan mempelajari tentang komponen yang membentuk struktur sel beserta fungsinya. Ada pula penjelasan mengenai ciri-ciri sel serta perbedaan antara sel hewan dan tumbuhan. Simak penjelasannya sampai habis ya, detikers!

Apa Itu Sel?
Mengutip Modul Belajar Mandiri Calon Guru dalam cdn-gbelajar.simpkb.id, sel adalah unit terkecil yang menyusun tubuh makhluk hidup dan merupakan tempat terselenggaranya fungsi kehidupan.

Sel ditemukan pertama kali pada 1665 oleh seorang ilmuwan Inggris bernama Robert Hooke. Saat mengamati sayatan gabus dari batang tumbuhan yang sudah mati dengan mikroskop sederhana, Hooke menemukan ruang-ruang kosong yang dibatasi oleh dinding tebal. Ruang-ruang tersebut akhirnya disebut cellulae atau disingkat menjadi cell.

Sel juga dipahami sebagai kesatuan atau unit struktural makhluk hidup. Ahli botani Jerman Jacob Schleiden mengamati sel tumbuhan secara mikroskopis, sedangkan sel hewan diamati oleh Theodor Schwann. Keduanya menyimpulkan bahwa setiap makhluk hidup tersusun atas sel-sel. Kemudian ada organisme bersel tunggal dan ada juga organisme yang tersusun atas banyak sel.

Struktur dari Sel
Masih dari modul yang sama, sel tersusun atas berbagai komponen yang membentuk sebuah struktur. Berikut susunan struktur dari sel.

1. Membran Plasma
Membran plasma atau selaput plasma, disebut juga membran sel, adalah selaput sel paling luar yang tersusun dari molekul lipoprotein (fosfolipid dan protein) dan molekul-molekul lain yang menyempurnakan struktur membran. Protein yang membentuk membran plasma adalah protein intrinsik atau integral dan protein ekstrinsik atau perifer.

Pada membran plasma juga terdapat molekul kolesterol. Membran plasma memiliki ketebalan antara 7,5 hingga 10 nanometer. Membran plasma memiliki sifat semipermeabel atau selektif permeabel.

2. Sitoplasma
Sitoplasma adalah bagian sel yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan bahan kimia sel yang penting bagi proses metabolisme sel. Sitoplasma terbentuk dari air, protein, lemak, karbohidrat, mineral, dan vitamin.

3. Dinding Sel
Dinding sel adalah komponen yang menentukan bentuk sel dan berfungsi sebagai penguat serta melindungi protoplas. Dinding sel hanya ditemukan pada sel tumbuhan dan tidak ada pada sel hewan. Dinding sel memiliki ketebalan yang bervariasi tergantung umur dan tipe sel. Semakin tua umur sel, semakin tebal dindingnya. Namun, ada beberapa sel yang tidak mengalami penebalan dinding.

Dinding sel dibedakan menjadi tiga bagian pokok berdasarkan perkembangan dan strukturnya. Bagian itu adalah lamela tengah, dinding sel primer, dan dinding sel sekunder. Lamela tengah dan dinding sel primer dimiliki oleh semua tumbuhan, tetapi hanya sel yang dapat mengalami penebalan saja yang memiliki dinding sel sekunder.

4. Inti Sel atau Nukleus
Inti sel adalah komponen sel bermembran yang berbentuk bulat atau lonjong seperti cakram. Nukleus terletak pada sitoplasma, biasanya di tengah sel. Namun, ada juga tumbuhan yang memiliki nukleus yang terletak agak ke tepi sitoplasma.




Biasanya sel tumbuhan dan hewan memiliki satu nukleus, tetapi ada juga yang lebih dari satu. Contohnya sel otot lurik. Nukleus memiliki ukuran yang lebih besar daripada organel sel lainnya, yakni antara 10-20 nm.

Selain itu, inti sel juga berperan mengatur seluruh kegiatan sel dan membawa informasi genetik berupa kromosom yang akan diturunkan ke generasi berikutnya. Kromosom merupakan struktur yang terdiri atas DNA dan protein.

5. Fosfolipida
Fosfolipida merupakan salah satu penyusun membran plasma. Fosfolipida berupa molekul fosfat (bagian kepala) dan molekul lemak (bagian ekor). Fosfat bersifat hidrofilik dan bagian lipid bersifat hidrofobik. Dalam susunan sel, bagian fosfat menghadap ke arah luar dan dalam membran plasma, sedangkan bagian ekor terdapat di tengah-tengah.

6. Protein Membran
Protein membran adalah protein yang terdapat pada membran sel. Banyaknya protein dalam fosfolipid bisa mencapai lebih dari 50 persen dari membran tersebut. Penyebabnya adalah struktur protein yang lebih besar dan lebih kompleks daripada struktur lemak.

Protein membran terdiri atas protein integral atau intrinsik yang merupakan protein yang menembus fosfolipid bilayer, serta protein perifer atau ekstrinsik yang merupakan protein yang tidak menembus permukaan fosfolipid. Protein intrinsik berperan dalam transportasi atau perpindahan molekul dari dan ke sel, sementara protein ekstrinsik berupa hormon atau enzim yang berperan mengatur kinerja membran plasma.

7. Retikulum Endoplasma (RE)
Retikulum endoplasma adalah bagian sel berupa vesikel atau kantong dengan bentuk pipih, bundar, atau tubuler (tabung) dan satu sama lain dapat berhubungan. RE tersusun atas selapis membran yang berperan sebagai penghubung antara bagian luar sel dan bagian dalam sel.

RE sendiri terbagi menjadi dua jenis, yakni RE halus (REh) yang tidak dilekati ribosom dan RE kasar (REk) yang dilekati ribosom. RE memiliki peran anabolik dan protektif. Dalam pengamatan mikroskop, RE terlihat seperti saluran berkelok-kelok dan jala berongga. Saluran-saluran ini berfungsi untuk membantu gerakan substansi dari satu bagian sel ke bagian lainnya.

8. Badan Golgi
Disebut juga aparatus golgi atau kompleks golgi. Badan golgi adalah organel sel yang dijumpai pada sel-sel yang melakukan fungsi ekskresi atau pembuangan. Pada sel tumbuhan, bagian ini disebut juga diktiosom. Badan golgi berbentuk kantong-kantong pipih, tubulus, dan vesikula.

9. Lisosom
Lisosom adalah organel sel yang berbentuk kantong bola yang diselubungi oleh selaput atau membran tunggal. Lisosom berisi enzim hidrolitik seperti glukosidase, fosfolipase, protease, nuklease, lipase, dan fosfatase. Diameter lisosom sekitar 500 nm.

10. Mitokondria
Disebut juga kondriosom. Mitokondria adalah organel sel tempat berlangsungnya respirasi sel pada makhluk hidup. Bentuk dan jumlahnya di dalam sel berbeda-beda tergantung aktivitas dan tipe sel. Mitokondria banyak ditemukan pada sel yang memiliki aktivitas metabolisme tinggi dan yang memerlukan banyak energi, misalnya sel otot jantung.

11. Ribosom
Ribosom adalah organel bermembran berisi untai RNA dan protein, karbohidrat, sedikit lemak, dan mineral. Nama ribosom diambil dari asam ribonukleat dan soma (badan). Ukuran ribosom hanya sekitar 20-25 nm dan terdapat pada sitoplasma atau menempel pada retikulum endoplasma.

12. Plastida
Plastida adalah organel khas yang ditemukan pada sel tumbuhan. Plastida tersebar di sitoplasma pada sel tumbuhan dan dapat terlihat jelas di bawah mikroskop sederhana. Ukuran dan pigmentasi plastida bervariasi. Berdasarkan ada atau tidak adanya zat warna, plastida dibedakan menjadi leukoplas (tidak berwarna), kloroplas (berwarna hijau), dan kromoplas (berwarna selain hijau).

13. Sentrosom dan Sentriol
Sentrosom dan sentriol adalah dua komponen dari sel hewan, terutama yang terlibat dalam pembelahan sel. Sentrosom terdiri atas dua sentriol yang tersusun secara ortogonal. Dua sentriol tersebut cenderung tegak lurus satu sama lain. Sentrosom dan sentriol umumnya terletak di dekat nukleus.

14. Mikrobodi
Mikrobodi adalah organ sel dengan struktur mirip lisosom, berbentuk bulat dengan diameter antara 0,2-2 mikrometer dan diselubungi membran. Mikrobodi dibagi menjadi dua macam yakni peroksisom dan glioksisom.

Mikrobodi mengandung enzim katalase dan oksidase yang berperan dalam berbagai reaksi biokimia dalam sel. Selain itu, mikrobodi juga memfasilitasi pemecahan lemak, asam amino, dan alkohol.

15. Mikrotubulus dan Mikrofilamen
Mikrotubulus adalah salah satu komponen sitoplasma yang terdapat pada sel-sel hewan maupun tumbuhan. Bentuknya berupa silinder dan berongga. Sedangkan mikrofilamen adalah organel sel berbentuk benang-benang halus yang tersusun dari protein aktin.

Mikrotubulus berperan sebagai rangka dalam sel, membentuk jaringan struktural sel, membantu transportasi sel, membangun silia dan flagel, serta terlibat dalam pemisahan kromosom dalam sel mitosis dan meiosis. Sementara mikrofilamen berperan dalam bentuk sel, kontraktilitas sel, stabilisasi mekanis, eksositosis, dan endositosis.

16. Vakuola
Vakuola adalah komponen sel yang ditemukan pada tumbuhan dan hewan yang terbungkus suatu membran tunggal yang disebut tonoplas atau getah sel. Namun, tidak semua sel hewan memiliki komponen ini. Getah sel yang membungkus vakuola sebagian besar tersusun dari air dan zat-zat terlarut lain sesuai jenis tumbuhannya. Antara lain garam mineral, sukrosa, enzim, basa, asal, dan alkaloid.

Vakuola berfungsi sebagai osmoregulator atau menjaga nilai osmotik sel, sebagai tempat menyimpan bahan tertentu, wadah sisa metabolisme, dan berperan dalam degradasi organel-organel sel yang tua dan rusak.

Komponen Sel beserta Fungsinya
Selain struktur bagian sel di atas, sel juga tersusun atas komponen kimiawi. Berikut penjelasannya mengutip Modul Pembelajaran SMA Biologi Kelas XI oleh Kemdikbud.

1. Karbohidrat
Karbohidrat tersusun atas unsur karbon, oksigen, dan hidrogen. Berdasarkan fungsinya, karbohidrat dibedakan menjadi karbohidrat sederhana (sebagai sumber energi dalam sel), karbohidrat rantai pendek (sebagai cadangan energi), dan karbohidrat rantai panjang (sebagai komponen struktural organel dan bagian sel lainnya).

2. Lemak
Lemak tersusun atas unsur karbon, hidrogen, dan oksigen. Lemak dibangun oleh gliserol dan asam lemak. Dalam sel hidup, lemak berfungsi sebagai komponen utama membran sel atau membran plasma, pembentukan hormon, dan pembentukan vitamin.

3. Protein
Protein merupakan unsur organik terbesar yang membentuk sebuah sel. Protein tersusun atas protein struktural dan protein fungsional. Protein struktural berfungsi sebagai penyusun organel sel. Sedangkan protein fungsional berfungsi mengatur reaksi kimia yang menjaga agar sel tetap hidup.

4. Asam Nukleat
Asam nukleat merupakan materi inti dalam komponen kimiawi sel. Ada dua jenis asam nukleat, yakni asam deoksiribonukleat (DNA) dan asam ribonukleat (RNA). Fungsinya adalah untuk mengontrol aktivitas sel dan membawa informasi genetik.

5. Air
Air adalah senyawa utama komponen kimiawi sel dengan jumlah terbesar, yakni 50-65 persen berat sel. Air dalam sel berfungsi sebagai pelarut dan katalisator beberapa reaksi biologis yang terjadi.

6. Vitamin
Vitamin dalam sel memang kecil, tetapi tetap dibutuhkan untuk menunjang berbagai fungsi sel dalam proses metabolisme. Vitamin berperan mempertahankan metabolisme, pertumbuhan, dan menghancurkan radikal bebas.

7. Mineral
Mineral adalah komponen struktural sel yang berfungsi memelihara kerja metabolisme, mengatur enzim, serta menjaga keseimbangan asam dan basa.

Ciri-ciri Sel
Dikutip dari modul dalam situs materi78.co.nr, ciri-ciri sel pada umumnya adalah:

Dikelilingi oleh membran plasma.
Mengandung kromosom.
Terdiri atas protoplasma yang merupakan kesatuan dari sitoplasma dan inti sel.
Memiliki ribosom.
Perbedaan antara Sel Hewan dan Tumbuhan
Seperti sempat dijelaskan pada bagian struktur sel di atas, sel tumbuhan berbeda dengan sel hewan. Berikut perbedaan sel tumbuhan dan sel hewan dikutip dari buku Biologi Umum oleh Hafidha Asni dan Dwimei Ayudewandari.

1. Vakuola
Pada sel tumbuhan, vakuola berbentuk besar tapi jumlahnya sedikit. Vakuola ini berfungsi sebagai tempat cadangan makanan karena sel tumbuhan dapat menghasilkan makanannya sendiri. Sedangkan pada sel hewan, vakuola berjumlah banyak tapi berbentuk lebih kecil karena hewan tidak dapat menghasilkan makanan sendiri.

2. Dinding Sel
Pada sel tumbuhan, terdapat dinding sel yang umumnya tersusun dari selulosa dan hemiselulosa sehingga membuat sel menjadi kaku. Sedangkan pada sel hewan, tidak terdapat dinding sel.

3. Plastida
Sama seperti dinding sel, plastida hanya dimiliki oleh sel tumbuhan. Sel hewan tidak didapati adanya plastida karena komponen ini berfungsi memberikan warna pada bagian tumbuhan.

4. Mitokondria
Sel tumbuhan memiliki jumlah mitokondria yang lebih sedikit karena fungsi komponen ini sudah dibantu oleh plastida. Sedangkan sel hewan memiliki jumlah mitokondria yang banyak karena tidak ada plastida.

5. Sentriol
Komponen ini membantu proses pembelahan pada hewan. Tetapi pada tumbuhan, proses pembelahan tidak membutuhkan sentriol.

6. Lisosom
Sel tumbuhan tidak memiliki lisosom. Komponen ini hanya ada pada sel hewan. Lisosom berfungsi dalam pencernaan intrasel.

Itulah penjelasan lengkap mengenai sel, mulai dari pengertian, struktur dan komponen, serta perbedaan antara sel tumbuhan dan sel hewan. Semoga bermanfaat dan membuat kalian lebih senang lagi belajar tentang Biologi, detikers!

Sumber : https://www.detik.com/bali/berita/d-6439594/pengertian-sel-beserta-struktur-dan-fungsinya
https://hajijatim.id/sel-tumbuhan/

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.